Sabtu, 09 Juni 2012

Manfaat Buah Kurma

Ada Kurma, Puasa Bebas Lemas dan Malas 
 
Ternyata  menyantap  buah kurma  pada saat  berbuka puasa  di  bulan Ramadhan,  bukan sekadar untuk menjaga  tradisi. Zat-zat gizi yang  erdapat dalam buah  ini, membuat mereka yang  berpuasa terbebas dari rasa  alas dan lemas.  Selain itu, otak  pun dibuat  tetap encer untuk  berpikir.

Saat berpuasa, banyak masalah  kesehatan yang sering dikeluhkan,  khususnya  yang berkaitan dengan pasokan  energi. Untuk kebutuhan sehari-hari,  setiap orang membutuhkan  energi  untuk  kebutuhan  internal  (metabolisme  basal) sebesar 25 kkal/kg berat badan. Sementara untuk aktivitas fisik sehari-hari
dibutuhkan  tambahan  energi  sebesar  3050   persen  dari   energi  basal.

Pada saat  berpuasa, asupan  energi  dalam  tubuh  berkurang sebesar  20-30 persen, sehingga tubuh lebih cepat lemas dan  lelah. Karena itu, diperlukan asupan gula yang dapat segera diabsorbsi ke  dalam tubuh untuk menggantikan asupan energi yang kurang.

Seringkali  untuk memenuhi  kebutuhan  energi  pada  saat   berbuka  puasa, konsumsi makanan  berat (seperti  nasi) merupakan pilihan  utama.  Padahal, karbohidrat yang  terdapat pada  nasi merupakan karbohidrat  kompleks  yang memerlukan proses pencernaan yang cukup lama.

Seharusnya makanan yang  paling baik untuk diasup  pada saat berbuka  puasa adalah makanan yang mengandung gula sederhana yang siap dipakai oleh tubuh, seperti buah-buahan. Untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari,  konsumsi 2-4 porsi buah-buahan yang dilengkapi 3-5 porsi sayuran.

Fruktosa dan  glukosa  yang terkandung  dalam  buah-buahan  merupakan  gula sederhana yang siap dipakai  oleh tubuh. Hanya dalam beberapa menit  tubuh, akan  segera   memperoleh  asupan   energi  dan  menjadi    bugar   kembali

Komposisi dan Khasiat
Kurma merupakan  buah  yang menjadi  ciri khas bagi  negaranegara di  Timur Tengah. Bagi umat Islam, berbuka puasa dengan  kurma bukan sekadar tradisi, tetapi sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW, "Barangsiapa  yang mempunyai kurma ketika berpuasa, hendaklah berbuka dengan kurma."

Pilihan kurma sebagai  makanan pembuka yang  sehat di bulan puasa  ternyata bukanlah tanpa  dasar. Selain  nilai  energinya sangat  tinggi, kurma  juga mengandung komponen gizi lain yang cukup baik.

Kandungan gula  kurma  sebagian  besar merupakan   gula-gula  monosakarida, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Gula-gula itu antara lain berupa glukosa dan fruktosa.

Pada  sebagian  varietas   kurma  tertentu,  juga  terdapat  gula  sukrosa. Kandungan gula pada  kurma sangat  tinggi, sekitar  70 persen, yaitu  70-73 gram per 100 gram kurma.

Penyerapan gula kurma di dalam tubuh juga cukup cepat, sekitar 45-60 menit, bila dibandingkan  daya  absorpsi  pati pada  nasi  yang  memerlukan  waktu berjam-jam. ltulah sebabnya kurma merupakan makanan yang  sangat baik untuk berbuka  puasa  karena  dapat   menyuplai  asupan  energi   secara   cepat.

Kurma mengandung  vitamin yang cukup  tinggi. Kehadiran  vitamin ini  dapat meningkatkan kebasaan  lambung yang terlalu  asam setelah  13-14 jam  tidak memperoleh makanan dan minuman.

Setiap 100 gram  kurma kering  mengandung vitamin  A sebesar 50 IU,  tiamin 0,09 mg, ribofalvin 0,1  mg, dan niasin 2,20 mg. Vitamin A berfungsi  untuk menjaga  kesehatan  mata,  pertumbuhan,  reproduksi,  imunitas  (kekebalan) tubuh, dan pemeliharaan sel epitel.

Serat Tinggi
Niasin merupakan   bagian  dari vitamin  B  kompleks yang  disebut  sebagai vitamin B3  berfungsi  untuk  menurunkan produksi  VLDL  (very low  density lipoprotein) di dalam  hati, sehingga produksi kolesterol LDL (low  density lipoprotein) dan  trigliserida dapat menurun.  Mengonsumsi 3-6 gram  niasin setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol sebanyak  15-20 persen, kadar trigliserida 40-50 persen,  serta meningkatkan kadar kolesterol baik  (HDL) hingga 20 persen.

Niasin juga berperan dalam, merangsang pembentukan prostaglandin  12, yaitu hormon yang  membantu  mencegah  pengumpulan  agregasi   trombosit.  Dengan demikian, niasin  dapat  memperkecil  proses ateroskerosis   clan  akhirnya memperkecil kemungkinan  terjadinya serangan jantung.  Rata-rata  kebutuhan
niasin 13-16 mg per hari.

 Niasin bersama riboflavin (vitamin B1) akan membantu melepaskan energi dari makanan.  Sementara itu,  tiamin  (vitamin B1)  berfungsi untuk  melepaskan energi dari karbohidrat, serta berperan baik bagi sel-sel saraf dan fungsi jantung.

 Kurma juga mengandung serat pangan (dietary fiber) cukup  tinggi, yaitu 2,2 gram per 100  gram. Serat pangan mempunyai  manfaat untuk menurunkan  kadar kolesterol dalam darah dengan  menghambat penyerapan lemak atau  kolesterol di dalam usus besar, sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat.

 Kehadiran serat pangan baik untuk mengatasi sembelit.  Dengan tekstur serat yang cukup halus, kurma aman untuk lambung  yang sensitif atau radang usus.

 Sebagaimana pangan nabati lainnya, kurma tidak mengandung kolesterol. Kurma mengandung lemak baik yang  sangat bermanfaat bagi kesehatan.  Kekhawatiran menjadi  gemuk  karena  kurma   tidaklah  beralasan.  Kehadiran  lemak  ini bermanfaat bagi penyerapan  vitamin A,  D, E, dan  K yang juga terdapat  di dalam kurma.

Cegah Pembekuan Darah
Dalam kurma juga  terdapat asam salisilat  yang biasanya digunakan  sebagai bahan baku  aspirin.  Asam salisilat  bersifat  mencegah  pembekuan  darah, antiinflamasi (radang), dan menghilangkan  rasa ngilu maupun nyeri.  Selain itu, asam  salisilat ini  dapat  mengendalikan  hipertensi dengan  mengatur kadar  prostaglandin yang  turut  berperan  dalam   proses  tekanan  darah.

Asam salisilat juga dapat memengaruhi produksi hormon prostat yang masuk ke dalam kelompok asam  lemak hidroksida  untuk merangsang kontraksi otot  dan menurunkan tekanan darah.

Meskipun kandungan asam salisilat dalam kurma belum terbukti  bisa menyamai obat aspirin dosis biasa, konsumsi kurma secara teratur  dalam jumlah cukup diharapkan dapat berperan dalam mencegah stroke dan serangan jantung. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan  yang mengandung salisilat tinggi  seperti kurma diharapkan memberikan  fungsi yang kurang  lebih sama dengan  aspirin terhadap pencegahan stroke dan serangan jantung.

Kurma juga mengandung asam nikotinat dan hormon potuchsin.  Hormon tersebut berperan untuk mencegah  perdarahan rahim melalui  efek penciutan  pembuluh darah. Kurma mempunyai  manfaat lain, yaitu  mengurangi ketegangan  mental, histeria, dan insomnia.

 Namun, penderita  diabetes melitus tidak  boleh terlalu banyak  mengonsumsi kurma. Kandungan  gula  monoskarida  yang cukup  tinggi dapat  meningkatkan kadar gula darah secara cepat. @

Otak Encer Selama Berpuasa
Kurma mengandung  mineral yang dibutuhkan  oleh tubuh,  seperti zat besi, agnesium, dan kalium. Zat  besi sangat penting untuk mencegah anemia gizi esi,  yang  dalam   bahasa  awam  sering   disebut  sebagai  lesu    darah.

Gejala  anemia   gizi  besi   adalah   mudah  lelah,   pusing,    pandangan berkunang-kunang dan  susah berkonsentrasi.  Magnesium  berfungsi  membantu fungsi saraf dan otot termasuk pengaturan irama jantung  agar tetap normal. Pada 100 gram kurma terdapat sekitar 34 mg magnesium.

Kalium (potasium)  merupakan komponen  gizi mineral yang  mempunyai  jumlah yang sangat signifikan pads  kurma. Di dalam 100 gram kurma terkandung  666 mg kalium dan natrium  hanya 1 mg, sehingga  rasio kalium terhadap  natrium 666:1.

Bahan pangan dikatakan  sehat untuk jantung  dan pembuluh darah bila  rasio kalium terhadap  natrium minimal  5:1.  Kalium  diketahui bermanfaat  untuk mengendalikan tekanan  darah,  terapi   darah  tinggi,  serta  membersihkan karbondioksida di dalam  darah. Kalium  juga bermanfaat untuk memicu  kerja otot dan simpul saraf.

Kandungan kalium yang  tinggi akan memperlancar pengiriman oksigen ke  otak dan  membantu  memperlancar  keseimbangan cairan  tubuh.  Dengan  demikian, konsumsi  kurma yang  kaya kalium  akan membuat  otak tetap  encer di  saat berpuasa dan  tubuh  selalu dalam  keadaan bugar.  Anggapan bahwa  berpuasa membuat malas dan lemas harus segera dikikis  dengan memperbanyak konsumsi kurma.

 Kalium juga bermanfaat untuk  mencegah penyakit stroke. Makanan yang  sarat kalium, yaitu minimal  400 mg per  100 g,  dapat mengurangi risiko  stroke. Beberapa penelitian yang  dilakukan oleh para  ahli gizi membuktikan  bahwa kalium dapat menurunkan risiko serangan stroke.

Salah satu contoh adalah penelitian terhadap pola makan  859 responden usia 50 tahun ke atas yang dilakukan di California Utara, Amerika Serikat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa  orang yang mengonsumsi kalium  lebih banyak (meskipun hanya  dengan perbedaan  konsentrasi yang kecil)  memiliki  risiko terkena penyakit stroke 12 tahun lebih rendah.

Sebaliknya, orang yang konsumsi kaliumnya rendah memiliki  risiko terserang stroke lebih tinggi, dengan peluang meninggal sekitar  2,6 kali pada lelaki dan 4,8  kali pada wanita.  Para peneliti  tersebut akhirnya  berkesimpulan bahwa dengan mengonsumsi  satu jenis  tambahan makanan kaya kalium  (dengan hitungan minimal 400  mg perhari,  misalnya kurma  sebanyak 5 butir)  dapat menurunkan risiko fatal akibat stroke hingga 40 persen.

Riset yang dilakukan  oleh Dr. Louis  Tobian  Jr, seorang pakar  hipertensi dari sebuah universitas di Minnesota, AS, membuktikan  bahwa makanan tinggi kalium seperti  kurma  juga  dapat  menstabilkan  tekanan darah  yang  akan mencegah risiko stroke.

Penelitian yang didasarkan pada dua kelompok hewan penderita hipertensi itu menunjukkan bahwa  tidak ada  tikus  yang mengalami   perdarahan otak  pada kelompok yang diberikan diet tinggi kalium. Sebaliknya,  pada kelompok yang tidak diberikan  diet  yang  mengandung   kalium, 40  persen  di  antaranya menderita perdarahan otak.

Mekanisme kerja kalium dalam mencegah aterosklerosis (penyempitan  pembuluh darah) adalah  dengan menjaga dinding  pembuluh darah besar (arteri)  tetap elastis  dan mengoptimalkan  fungsinya, sehingga tidak  mudah rusak  akibat tekanan   darah  yang  tinggi.  Dengan  menurunnya  risiko  aterosklerosis, aktivitas kalium ini  juga akan berperan dalam pencegahan penyakit  jantung koroner dan stroke.

Sebagai Penangkal Racun
Kurma mempunyal varietas yang sangat banyak, masing-masing dengan bentuk dan warna khas. Ada yang berbentuk kecil lonjong,  kecil agak bulat dengan bentuk sekitar 5  gram  per buah,  hingga yang  berbentuk agak  besar dan  panjang dengan bent sekitar 12 gram per buah.

Warna kurma juga beragam, mulai dari yang  berwarna kuning keputih-putihan, kuning emas, cokelat muda, sampai cokelat kehitaman.  Salah satu kurma yang populer adalah kurma  emas (golden date)  karena  bentuk warna dan  rasanya yang sangat lezat dan khas.

Kurma ajwah dipercaya kaya akan manfaat kesehatan bila dimakan tujuh butir setiap hari.  Kurma ini  relatif mahal, dan  hanya tumbuh di  daerah Timur tengah. Di pasaran,  terdapat 26  jenis  kurma. Jenis  ajwah merupakan  kurma  yang paling mahal Meskipun  belum memiliki data ilmiah  yang pasti, kurma  ajwah tertuang dalam hadis  Nabi Muhammad SAW  dapat berfungsi  sebagai obat  dan penangkal racun yang balk. Kurma ambar juga sangat  populer sebagai makanan kesukaan Nabi.

Selain itu, terdapat  pula kurma  jenis sukari.  Kurma jenis ini  berukuran besar dan  berwarna  cokelat  terang.  Kurma  ini diyakini  dapat  menambah tenaga, khususnya bagi laki-laki.

Untuk perempuan terdapat kurma lubanah yang berarti kurma susu. Kurma jenis ini berukuran kecil dan agak keras. Karena itu,  sebelum dimakan, kurma ini harus direbus dahulu di dalam air. Kurma ini diyakini sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui, untuk menambah air susu (ASI).

Meskipun belum  memiliki  bukti  ilmiah  yang cukup,   sebagian  masyarakat percaya bahwa setiap kurma  mempunyai khasiat masing-masing. Tidak  sedikit orang yang rela mengeluarkan  uang dalam jumlah banyak untuk membeli  kurma jenis tertentu karena yakin terhadap khasiatnya.

 Pada penyajiannya, kurma ada yang dimakan dalam keadaan  segar dan ada pula yang dimakan setelah mengalami  proses pengeringan. Kurma segar  mengandung kadar air  dan vitamin  yang  lebih banyak,  tetapi  kandungan energi  siap pakainya rendah.  Kurma yang  telah dikeringkan  memiliki kandungan  energi
 siap pakai  lebih  tinggi,  tetapi kadar  beberapa  vitamin  lebih  rendah, terutama vitamin  C. Saat  ini kurma  juga digunakan  dalam berbagai  resep makanan ringan (seperti kue) dan juga untuk jus.

 Mengingat khasiat kurma yang begitu besar bagi kesehatan, ada baiknya kurma tidak hanya  dikonsumsi ketika  bulan puasa,  tetapi juga  dalam  kehidupan sehari-hari. Kurma  sangat cocok sebagai  penyuplai energi bagi  yang  akan melakukan perjalanan jauh, seperti mendaki gunung ataupun berlayar.
__._,_.___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar